Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 sebagai Aset Budaya "Warisan Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji Dina Tradisi"

Print Friendly and PDF

 

 


SuaraPeradilanNews-

Kabut tipis masih menyelimuti perbukitan Kendeng saat langkah-langkah kaki tanpa alas mulai membelah kesunyian tanah Kanekes. Ribuan pria mengenakan busana sederhana, menggendong hasil bumi dengan kayu pemikul, berjalan dalam barisan panjang yang seolah tak terputus oleh jarak. Inilah momen ketika peradaban modern dan keteguhan tradisi bertemu dalam sebuah harmoni yang mengharukan sekaligus penuh wibawa.

 Mengusung tema “Warisan  Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji Dina Tradisi”, Upacara adat suku baduy yang dikenal sebagai Seba bukan sekadar seremoni formalitas antara rakyat dan pemimpinnya. Ia adalah perwujudan janji suci masyarakat Kanekes untuk tetap setia pada amanat leluhur dalam menjaga keseimbangan jagat raya.

Di bawah terik matahari atau guyuran hujan, mereka melangkah puluhan hingga ratusan kilometer dengan satu tekad spiritual yang murni.

Secara historis, Seba berakar pada tradisi penghormatan kepada penguasa wilayah yang sudah berlangsung sejak zaman Kesultanan Banten hingga pemerintah Republik Indonesia. Konteks geografis pegunungan Kendeng yang terisolasi menjadikan ritual ini sebagai jembatan komunikasi bagi Suku Baduy untuk menyampaikan pesan lingkungan. Seba adalah pernyataan bahwa alam yang terjaga adalah kunci kemakmuran bagi seluruh umat manusia.

Dalam peta budaya Indonesia, Seba Baduy menempati posisi yang sangat otoritatif sebagai representasi kearifan lokal dalam konservasi alam. Upacara ini mencerminkan ketaatan luar biasa terhadap pikukuh atau aturan adat yang melarang penggunaan alas kaki bagi warga Baduy Dalam. Tradisi ini menjadi pengingat bagi dunia luar bahwa kesederhanaan adalah bentuk kekuatan yang paling tinggi.

Daya tarik Seba terletak pada keteguhan hati para pesertanya yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan kemandirian. Masyarakat dunia melihat Seba sebagai even fenomena sosiologis di mana nilai-nilai tradisional mampu bertahan di tengah arus globalisasi yang kian kencang. Ritus ini membuktikan bahwa hubungan antara manusia dan penguasa harus dilandasi oleh rasa syukur dan tanggung jawab ekologis.

Acara yang akan digelar pada dinten Jum'ah, 24 April 2026

Mari Kita sambut, Eksplorasi terhadap upacara adat suku baduy ini akan membawa kita memahami betapa dalamnya pemikiran Urang Kanekes tentang eksistensi manusia. Setiap langkah kaki mereka di aspal jalanan kota menuju pusat pemerintahan adalah doa yang bergerak demi keselamatan bumi. Mari kita bedah lebih dalam mengenai rangkaian ritus, hingga panduan bagi Anda yang ingin menyaksikan ritual seren tahun budaya ini./ADV



 

0 Komentar untuk "Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 sebagai Aset Budaya "Warisan Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji Dina Tradisi""

Back To Top